PUNGGASAN, PESSEL, SO
-- Lahan gambut yang selama ini tidak produktif, kini bisa jadi sumber
rupiah yang melimpah. Setidaknya itulah yang dibuktikan Kelompok Tani
Sarai Sarumpun di Balah Rambahan, nagari Punggasan, kecamatan Linggo
Sari Baganti, kabupaten Pesisir Selatan. Bermitra dengan PT Syngenta,
kelompok tani yang dipimpin Asis dan Azhari itu bisa panen jangung 10
ton per hektar.
“Dengan teknologi dari PT Syngenta, hasil panen jauh bagus,” ujar Azhari di sela-sela kegiatan Ekspo Jagung 2013 di lahan pertaniannya, Selasa (10/9).
“Hasilnya bisa mencapai 10 ton per hektar,” tambahnya sembari menjelaskan, varietas yang digunakan adalah NK99 dan dibantu dengan herbisida (racun rumput-red) Calaris. “Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” tambah Ketua DPAC Partai Gerindra itu.
Di kesempatan yang sama, Agronomis PT Syngenta Wilayah Sumbar-Riau, Boy Buldansyah menjelaskan, Ekspo Jagung 2013 selama dua hari itu dimaksudkan untuk mentransfer teknologi terbaru bertanam jagung baik dan benar kepada petani.
“Semuanya harus diawali dengan benar, yaitu rencanakan investasi untuk hasil yang maksimal, keunggulan teknologi dalam kemasan, rawat jagung kendalikan gulma, melindungi sekaligus meningkatkan hasil, dan kepastian hasil dalam genggaman,” jelasnya.
Ditambahkannya, kalau direncanakan panen 10 ton per hektar, panennya harus 10 ton. “Kalau kurang, itu pasti ada yang salah,” tegasnya. “Makanya petani kita ajarkan cara bertanam jagung yang baik dan benar,” alasnya sembari menambahkan, PT Syngenta terus memfasilitasi petani dengan benih jagung unggul dan sarana produksi tani lainnya.
“Benih jagung NK99 sangat cocok untuk lahan gambut, dan panennya bisa mencapai 10 ton per hektar,” tambah Boy Buldansyah.
Keunggulan lain dari teknologi PT Syngenta adalah, lanjutnya, pengendalian gulma (tanaman liar-red) menggunakan herbisida Calaris. “Petani menyebutnya herbisida pintar, karena gulma mati tapi jagung tetap hidup dengan baik,” jelasnya.
“Dengan Calaris, biaya perawatan jagung menjadi lebih mudah dan murah,” tambahnya sembari menambahkan, dengan modal Rp7 jutaan, petani bisa menghasilkan Rp32 juta per hektar.
Boy Buldansyah yang asli Lubuk Alung Padang Pariaman itu berharap petani di kecamatan Linggo Sari Baganti, dan umumnya Pesisir Selatan memanfaatkan Ekspo Jagung 2013 tersebut untuk menimba ilmu jadi petani jagung profesional.
“Petugas kita selalu siap memdampingi petani,” tegasnya. “Pesisir Selatan sangat potensial jadi sentra jagung, dan kini sudah 75 persen lebih petani Pesisir Selatan menggunakan benih jagung unggul NK99,” tutupnya.
Dilaporkan : Novermal
- See more at:
http://www.sumbaronline.com/berita-16699-di-lahan-gambut-punggasan-jagung-bisa-panen-10-ton-per-hektar.html#sthash.3OjHEbUs.dpuf“Dengan teknologi dari PT Syngenta, hasil panen jauh bagus,” ujar Azhari di sela-sela kegiatan Ekspo Jagung 2013 di lahan pertaniannya, Selasa (10/9).
“Hasilnya bisa mencapai 10 ton per hektar,” tambahnya sembari menjelaskan, varietas yang digunakan adalah NK99 dan dibantu dengan herbisida (racun rumput-red) Calaris. “Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” tambah Ketua DPAC Partai Gerindra itu.
Di kesempatan yang sama, Agronomis PT Syngenta Wilayah Sumbar-Riau, Boy Buldansyah menjelaskan, Ekspo Jagung 2013 selama dua hari itu dimaksudkan untuk mentransfer teknologi terbaru bertanam jagung baik dan benar kepada petani.
“Semuanya harus diawali dengan benar, yaitu rencanakan investasi untuk hasil yang maksimal, keunggulan teknologi dalam kemasan, rawat jagung kendalikan gulma, melindungi sekaligus meningkatkan hasil, dan kepastian hasil dalam genggaman,” jelasnya.
Ditambahkannya, kalau direncanakan panen 10 ton per hektar, panennya harus 10 ton. “Kalau kurang, itu pasti ada yang salah,” tegasnya. “Makanya petani kita ajarkan cara bertanam jagung yang baik dan benar,” alasnya sembari menambahkan, PT Syngenta terus memfasilitasi petani dengan benih jagung unggul dan sarana produksi tani lainnya.
“Benih jagung NK99 sangat cocok untuk lahan gambut, dan panennya bisa mencapai 10 ton per hektar,” tambah Boy Buldansyah.
Keunggulan lain dari teknologi PT Syngenta adalah, lanjutnya, pengendalian gulma (tanaman liar-red) menggunakan herbisida Calaris. “Petani menyebutnya herbisida pintar, karena gulma mati tapi jagung tetap hidup dengan baik,” jelasnya.
“Dengan Calaris, biaya perawatan jagung menjadi lebih mudah dan murah,” tambahnya sembari menambahkan, dengan modal Rp7 jutaan, petani bisa menghasilkan Rp32 juta per hektar.
Boy Buldansyah yang asli Lubuk Alung Padang Pariaman itu berharap petani di kecamatan Linggo Sari Baganti, dan umumnya Pesisir Selatan memanfaatkan Ekspo Jagung 2013 tersebut untuk menimba ilmu jadi petani jagung profesional.
“Petugas kita selalu siap memdampingi petani,” tegasnya. “Pesisir Selatan sangat potensial jadi sentra jagung, dan kini sudah 75 persen lebih petani Pesisir Selatan menggunakan benih jagung unggul NK99,” tutupnya.
Dilaporkan : Novermal






0 komentar:
Posting Komentar